Kamis, 25 April 2013


Asal Usul Lampion

Lampion atau Deng Long (燈籠) pada awalnya dipakai saat ronda malam untuk mencari buronan kejahatan, biasanya lampion ditambah tulisan mandarin dan berwarna merah.
Lampion digunakan di kelenteng pada waktu tanggal 15 bulan 7 dan imlek. Untuk tanggal 15 bulan 7 (Cio Ko) biasanya dipakai lampion warna putih untuk penerangan para arwah sedangkan untuk imlek dipakai warna merah.
Tau gak kalau lampion juga mempunyai cerita tersendiri? mau tau? he… Baca saja ini…

Salah satu cerita mengenai asal usul lampion:
Pada zaman dinasti Ming, ada perampok yang budiman dengan nama Lie Cu Seng di kota KaiFeng. Dia biasanya merampok orang kaya kemudian hasil rampokkannya tuh dibagikan ke orang miskin dan Lie Cu Seng juga mempunyai gerombolan anak buah yang selalu membantunya dalam melakukan perampokan.
Pada suatu hari dia berencana untuk menyerang kota raja. Sebelum melaksanakannya dia mensurvey terlebih dahulu dan dia mendapati bahwa pandangan masyarakat tentang kelompoknya negative atau kejam. Lie Cu Seng menjadi bingung dan untuk merubah nama buruknya, dia berpura-pura menjadi rakyat dan memberi pengumuman bahwa jangan percaya berita tersebut. Dia menyuruh semua rakyat miskin untuk menggantung lampion di depan rumahnya maka perompak akan memberikan hasil rampokkannya dan pada malam harinya dia merampok orang kaya lalu membagikannya di rumah-rumah yang terdapat lampion.
Sejak saat itu lampion menjadi terkenal. Dan sebagai rasa terima kasih kepada Lie Cu Seng rakyat memasang lampion. Pada akhir tahun baru masyarakat juga memasang lampion sebagai tanda mohon berkah, Ping An (平安)di akhir tahun baru.

ASAL USUL HARI HELOWEEN

Halloween identik dengan setanpenyihir, hantu goblin dan makhluk-makhluk menyeramkan dari kebudayaan Barat. Halloween disambut dengan menghias rumah dan pusat perbelanjaan dengan simbol-simbol Halloween.

SEJARAH

Halloween berasal dari festival Samhain (dari bahasa Irlandia Kuno samain) yang dirayakan orang Kelt zaman kuno.[1] Festival Samhain merupakan perayaan akhir musim panen dalam kebudayaan orang Gael, dan kadang-kadang[2] disebut "Tahun Baru Kelt".[3] Orang Kelt yang menganut paganisme secara turun temurun menggunakan kesempatan festival untuk menyembelih hewan ternak dan menimbun makanan untuk persiapan musim dingin. Bangsa Gael kuno percaya bahwa tanggal 31 Oktober, pembatas dunia orang mati dan dunia orang hidup menjadi terbuka. Orang mati membahayakan orang hidup dengan membawa penyakit dan merusak hasil panen. Sewaktu merayakan festival, orang Gael menyalakan api unggun untuk membakar tulang-tulang dari hewan yang mereka sembelih. Orang Gael mengenakan kostum dan topeng untuk berpura-pura sebagai arwah jahat atau berusaha berdamai dengan mereka.[4][5]


Asal usul istilah

Halloween merupakan kependekan dari All Hallows' Even (eve dan even sama-sama berarti petang/malam) yang berarti malam sebelum hari raya All Hallow yang sekarang disebut Hari Raya Semua Orang Kudus (All Saints Holy Day). Huruf "n" di akhir kataHalloween berasal dari kata even.[6]. Pada zaman dulu, tanggal 1 November dipakai sebagai hari festival keagaamaan di berbagai tradisi paganisme Eropa[3] hingga Paus Gregorius III dan Paus Gregorius IV memindahkan perayaan All Saints' Day menurutkalender santo dari tanggal 13 Mei ke tanggal 1 November. Tanggal 13 Mei dulunya dirayakan sebagai hari raya paganisme untuk festival Lemuria.
Hari Raya Semua Orang Kudus ditentukan misionaris Kristen bertepatan dengan hari raya pagan dengan alasan ingin orang pagan mempercayai agama Kristen. Hari Para Arwah (Day of the Dead) yang merayakan kedatangan arwah sanak keluarga dan kerabat kembali ke bumi sampai sekarang masih diperingati di beberapa negara seperti di BrazilMeksiko, dan Filipina.

SIMBOL HALLOWEEN

Simbol Halloween yang dimengerti secara universal adalah labu yang diukir membentuk wajah "menyeramkan" yang disebut Jack-o'-lantern. Di dalam Jack-o'-lantern biasanya diletakkan lilin menyala atau lampu agar terlihat lebih seram di tempat gelap.
Di Amerika Serikat, lentera Jack-o'-lantern sering diletakkan di depan pintu masuk rumah sesudah hari mulai gelap. Tradisi mengukir Jack-o'-lantern berasal dari Amerika Utara yang banyak menghasilkan labu berukuran besar.
Simbol-simbol perayaan Halloween menggambarkan keadaan alam di musim gugur, termasuk labu hasil panen dan orang-orangan sawah sebagai penjaga hasil panen. Selain itu, simbol-simbol Halloween juga dekat dengan kematian, keajaiban, monster, dan karakter menyeramkan hasil rekaan pembuat film Amerika dan perancang grafis. Karakter-karakter yang sering dikaitkan dengan Halloween adalah setan dan iblis dari kebudayaan Barat, manusia labu, makhluk angkasa luarpenyihirkelelawarburung hantu, burung gagakburung bangkairumah hantukucing hitam, laba-labagoblin,zombiemumitengkorak, dan manusia serigala. Karakter film horor klasik sepertidrakula atau monster Frankenstein juga dipakai untuk perayaan Halloween. Hitam danoranye dianggap sebagai warna tradisional Halloween, walaupun sekarang banyak juga barang-barang Halloween berwarna unguhijau dan merah.
Di belahan bumi beriklim sejuk, perayaan Halloween berlangsung di musim apel. Salah satu makanan Halloween adalah apel karamel (apel yang dicelup ke dalam cairan gula). Hidangan lain yang lekat dengan tradisi Halloween adalah pai labusari buah apel (minuman cider), candy cornbonfire toffeecandy apple, dan permen yang dibungkus dengan warna-warni Halloween (oranye, coklat, atau hitam).


PERAYAAN DI AMERIKA SERIKAT

Bagi anak-anak di Amerika, Halloween berarti kesempatan memakai kostum Halloween dan mendapatkan permen, sedangkan bagi orang dewasa adalah kesempatan berpesta kostum. Bagi pedagang eceran di Amerika, Halloween berada di urutan kedua di bawah hari Natal sebagai perayaan yang paling yang menguntungkan.[7].
Sejarah topeng dan kostum Halloween sebelum tahun 1900 di Amerika atau di tempat lain masih sedikit yang diketahui karena keterbatasan sumber primer.[8] Kostum Halloween yang diproduksi massal belum terlihat di toko-toko hingga tahun 1950-an, walaupun topeng Halloween sudah ada lebih dulu.
Di tahun 2005, asosiasi produsen permen Amerika melaporkan 80% orang dewasa berencana membagi-bagikan permen kepada anak-anak yang datang,[9], sedangkan 93% anak-anak ingin berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga di malam Halloween.[10]
Kota Anoka di negara bagian Minnesota mengklaim diri sebagai "ibu kota Halloween" dan merayakannya dengan pawai besar-besaran. Kota Salem di Massachusetts yang terkenal dengan legenda tukang sihir dari Salem biasanya didatangi lebih banyak wisatawan menjelang perayaan Halloween.
Kota New York mengadakan pawai perayaan Halloween terbesar di Amerika Serikat yang disebut The Village Halloween Parade. Pawai yang dirintis pembuat topeng diGreenwich Village New York sekarang menarik perhatian 50 ribu peserta berkostum dan ditonton oleh 4 juta pemirsa televisi.

Asal Usul MUFFIN

Sobat Blogger pastinya udah kenal banget dong sama cemilan yang satu ini, selain gurih dan teksturnya lembut, cemilan ini juga sangat pas untuk dihidangkan di sore hari bersama secangkir teh panas, hmm yummie!
Tetapi sebetulnya kamu sudah paham belum mengenai sejarah muffin itu sendiri dan kenapa saat ini muffin begitu populer sebagai turunannya roti. Yuk kita simak.
Muffin sendiri berasal dari kata moufflet, sebuah kata perancis kuno yang dinamakan untuk roti, moufflet ini berarti lembut, ini dikarenakan tekstur muffin yang lebih lembut daripada roti pada umumnya.
Kata muffin sendiri diperkenalkan di awal abad ke 18 dan resep muffin mulai dikenal di pertengahan abad ke 18. sebenarnya selalu ada kebingungan antara muffin dan crumpets (kue tanpa pemanis) baik di resepnya maupun namanya. Muffin biasanya berarti salah satu produk turunan dari roti dan berbeda dari crumpest yang lebih ke arah pancake.
Muffin sendiri mulai populer selama abad ke19 ketika muffin mulai dihidangkan pada saat waktu minum teh. Muffin di Inggris biasa dibuat dari adonan ragi. Muffin biasanya dinikmati di musim dingin bersama dengan secangkir teh panas, muffin juga biasanya dilengkapi dengan mentega dan dimakan dengan selai. Di era victoria, muffin dijajakan oleh penjual kue di jalanan diatas baki makanan dan mereka meletakkannya diatas kepala mereka, mereka juga biasa membunyikan bel di tangan untuk memanggil calon pelanggan mereka.
Sementara itu di Amerika Utara, muffin sangatlah berbeda, bahan dasarnya adalah baking powder dan muffin biasanya dibuat di deep patty (muffin) tins. Bahkan apabila tepung terigu tak ada, cornmeal dan bran (dedak atau sekam) bisa menjadi pengganti. Berbeda dengan Amerika yang menyajika muffin untuk sarapan atau sebagai bagian dari makan malam, di Inggris yang terkenal dengan tradisi afternoon tehnya menyajikan muffin untuk teman minum teh. Bahkan muffin di Inggris dikenal dengan nama “tea cakes”. Di Inggris nama muffin sendiri belum diketahui asal usulnya namun ada kemungkinan berasal dari kata low german muffe yang berarti kue. Kata tersebut dipublikasikan di Inggris di tahun 1703 dan Hannah Glasse di tahun 1747 menuliskan resep muffin di buku resepnya.

Asal Usul Brownies





Berawal dari seorang pemuda yang berniat menjual kue cokelat karena lupa memasukan baking powder membuat kue itu menjadi bantet. Tekstur kue cokelat yang harusnya lembut dan mengembang menjadi padat dan agak basah. Tapi siapa sangka kalau kue ini juga menjadi kue idaman semua orang.


Asal Usul Kopi



Para pengembala kambing di daerah Ethopia melihat ternak mereka lebih lincah setelah mengunyah biji-bijian yang menyerupai buah beri merah. Rasa penasaran membuat penggembala ini ikut mencobanya, rasa pahit dari biji-bijan ini ternyata mampu menimbulkan sensasi kenikmatan terutama pada saat menghirup aromanya.
Asal Usul Keripik Kentang



Pada tahun 1853, koki George Crum kesal dengan salah satu orang pelanggannya yang secara terus menerus mengembalikan kentang goreng buatannya dengan alasan kurang renyah. Selanjutnya Crum mengiris kentang tersebut menjadi tipis dan menggorengnya, kemudian membubuhi garam di atasnya. Kentang ini pun menjadi cemilan yang fenomena di New England dan di sebut 'Saratoga Chips' sesuai dengan nama kotanya.

asal usul Es krim 






Pada tahun 1905, anak kecil yang bernama Frank Epperson lupa membawa masuk minuman sodanya ke dalam rumah pada saat musim dingin. Esok harinya ia memasukan tongkat kecil ke dalam gelasnya yang telah membeku, kemudian ia menarik dan mencicipinya. Di sinilah ia menemukan ide untuk membuat es krim. Es ini diberi nama es loly pop.